Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Desember 2009

Orang yang Menghlangi Anda


Bagaimana bila ada seseorang sedemikian ngotot menghalangi anda mencapai sukses? Bagaimana bila orang itu juga yang selalu merintangi anda di setiap usaha? Bagaimana perasaan anda terhadap orang itu? Bagaimana kalau orang itu selalu muncul sambil membawa segudang alasan untuk menghalangi anda bertindak?

Bagaimana kalau ternyata orang itu adalah anda sendiri? Boleh jadi. Ada kemungkinan, diri sendiri adalah musuh terbesar anda dalam menghalangi sukses dan kegemilangan.

Pernahkah anda memergoki diri anda sendiri berkata “aku tidak mungkin bisa melakukan ini”…? Tidakkah suara kecil itu juga yang selalu merintangi tujuan anda, dan membawa berjuta-juta alasan bahwa ini-itu adalah mustahil bagi anda untuk melakukannya?

Keterbatasan yang anda miliki memang meminta anda untuk membatasi diri. Tetapi keputusan tetap di tangan anda.

Sedangkan suara kecil itu silahkan bicara apa saja.
Relakah anda dipenjara oleh keterbatasan? Tentu tidak. Bayangkan apa yang dapat anda capai bila anda 100% mendukung diri anda sendiri.

Silakan mencoba, dan mulailah kehidupan..

Rabu, 16 Desember 2009

Singkirkan Prasangka


Ketika anda memandang suatu persoalan, tanggalkan prasangka-prasangka. Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak dapat digunakan untuk berjalan. Ia memberikan jawaban sebelum anda mengetahui pertanyaannya. Dan, seburuk – buruknya jawaban adalah bila anda tak paham akan masalahnya. Biarkan fakta yang tampak di hadapan anda, terima apa adanya. Jangan biarkan prasangka menyeret anda ke ujung jalan yang lain. Mungkin anda merasa aman dengan prasangka anda, namun sebenarnya ia berbahaya di waktu yang panjang. Bila anda telah mampu melepaskan prasangka, anda menemukan pandangan yang lebih jernih, keberanian untuk mengatasi masalah dan jalan yang lebih lebar.

Bila anda mengenakan kacamata, maka yang melihat tetaplah mata anda. Bukan kacamata anda. Dan keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang berada di balik kacamata. Bukan yang terpantul pada cermin kacamata anda. Demikian pula halnya dengan diri anda, yang sesungguhnya melihat adalah hati anda melalui mata anda. Prasangka itu adalah debu-debu pikiran yang mengaburkan pandangan hati sehingga anda tak mampu melihat dengan baik. Usaplah prasangka sebagaimana anda menyingkirkan debu dari kacamata karena keinginan anda untuk melihat lebih jelas dan jernih lagi.

Sabtu, 12 Desember 2009

Kekuatan dalam Bekerja



Bagaimana seseorang tahan berjam-jam bekerja seolah tak mengenla lelah? Apa pula rahasia pekerja rig lepas pantai yang meninggalkan anak istri bertarung dengan angin dan badai? Bagaimana juga dengan para petani, nelayan, kuli, sopir angkutan, pekerja berat yang tahan membanting tulang di tengah terik panas atau dingin malam? Kekuatan apa yang mendorong mereka begitu kuat secara fisik dan tangguh secara mental? Sedangkan di sudut yang lain, banyak orang yang mengeluh karena persoalan yang tak lebih besar dari ujung kuku.

Kekuatan itu bernama cinta. Cinta yang melahirkan harapan dan pengabdian bagi siapakah mereka mempersembahkan hasil kerja mereka, kepada keluarga yang jauh disana, kepada masyarakat banyak yang membutuhkan karya mereka, kepada masa depan kehidupan yang sejahtera, atau kepada hati tempat cinta itu mengalir.

Bila anda berkeluh kesah hanya karena harus memperpanjang waktu kerja anda beberapa jam saja, maka kenanglah punggung bungkuk seorang kakek yang menarik sampah kota ini. Beliau memiliki sesuatu yang ia cintai, yang kepadanya ia ulurkan kerja. Kepada beliau kita belajar tentang pengabdian atas nama cinta.

Kamis, 10 Desember 2009

Berlayarlah..


Anda adalah perahu yang kokoh dan sanggup menahan beban, terbuat dari kayu terbaik, dengan layar yang gagah menentang angin. Kesejatian anda adalah berlayar mengarungi samudra, menembus badai dan menemukan pantai harapan. Sehebat apapun perahu diciptakan, tak ada gunanya bila hanya tertambat di dermaga. Dermaga adalah masa lalu anda. Tali di penambat itu adalah ketakutan dan penyesalan anda. Jangan buang percuma seluruh daya kekuatan yang dianugerahkan pada anda. Jangan biarkan masa lalu menambat anda disitu. Lepaskan diri anda dari ketakutan dan penyesalan. Berlayarlah. Bekerjalah .

Yang memisahkan perahu dengan pantai adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah masalah yang menantang. Di situlah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri anda adalah berkarya menemukan kebahagiaan.

Perahu akan aman jika tertambat di dermaga, tapi bukan untuk itu perahu dibuat..

Rabu, 09 Desember 2009

Ketekunan Adalah Ketekunan Anda


Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha – usaha kecil yang anda lakukan terus – menerus. Keberhasilan bukanlah sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan dan kesulitan. Anda harus tetap mengambil langkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti di langkah pertama. Memang semakin jauh anda berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang. Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka anda tidak berada disini sekarang. Setiap langkah menaikkan nilai diri anda. Apapun yang anda lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan adalah daya tahan anda.

Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah dimulai dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari berbagai langkah kecil. Dan langkah pertama keberhasilan harus anda mulai dari diri anda sendiri. Bagian dari diri anda yang paling baik untuk memulai adalah hati anda. Itulah sebaik – baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali. Karena itu mulailah kemajuan anda dengan memajukan hati anda, kemudian pikiran anda dan usaha – usaha anda. Ketekunan akan hadir bila apa yang anda lakukan benar-benar berasal dari hati anda.

Selasa, 08 Desember 2009

Memberi Tanpa Pertimbangan


Cobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer disana – sini, hanya untuk satu tujuan :diberikan. Apakah anda sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memekakkan telinga. Atau anda sedang berada di dalam mobil AC yang sejuk, lalu datang sepasang tangan kecil mengetuk meminta –minta. Tak peduli bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka.

Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian anda. Bukankah, tak seorang pun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang “berlatih” memberi; mengulurkan tangan dengan sejumlah uang yang mungkin tiada berarti? Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.

Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih sayang dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati.

Sabtu, 05 Desember 2009

Temukan Rasa Cinta Dalam Setiap Pekerjaan


Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang – orang yang bekerja disana. Rasakan kegembiraan pertemanan itu. Dan , pekerjaan apapun akan terasa menggembirakan. Bila tak bisa mencintai rekan kerja – rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor / kuliah anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas – tugas dengan lebih baik lagi. Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dank e tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan menyenangkan juga. Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apa pun yang bisa anda cintai dari lingkungan perkerjaan anda missal : gumpalan awan dibalik kantor, cicak di tembok, tanaman hias, foto di meja anda, dll. Apa saja..

Bila anda tak menemukan sesuatu yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda disitu? Tak ada alasan lagi bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa saja yang anda cintai dan bekerjalah disana. Hidup hanya sekali, tak ada yang lebih indah selain melakukan pekerjaan dengan rasa bahagia , cinta yang tulus, dan ikhlas.

Rabu, 02 Desember 2009

Bersyukurulah


anda wajib mensyukuri apa pun yang menimpa anda. Bersyukur menuntun anda untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa anda tidak realistis. Namun, sebenarnya sikap anda jauh lebih realistis, yaitu membebaskan diri anda dari kecemasan dan kesalahan.

Bersyukur mendorong anda untuk bergerak maju dengan penuh antusias. tak ada yang meringankan hidup anda selain sikap bersyukur. Semakin banyak anda bersyukur semakin banyak anda menerima. semakin banyak anda mengingkari, semakin berat beban yang anda jejalkan pada diri anda. kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. Sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya. Karena, anda takkan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Anda berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha anda lakukan karena anda melihat sisi posotif. Hanya dengan bersyukurlah sisi posotif itu tampak di pandangan anda.

Selasa, 01 Desember 2009

Tindakan Kita Sebatas Kita Memandang Dunia

Bila anda memandanbg diri anda kecil, dunia akan tampak sempit dan tindakan anda pun jadi kerdil.

Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, andapun melakukan hal-hal penting dan berharga.

Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. sementara dunia tak lebih luas dari pikiran anda sendiri. itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif (positive thinking) pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan kebaikan yang ada dalam pikiran kita. padahal dunia tak butuh penilaian apa apa dari kita. Ia hanya memantulkan apa yang ingin kita lhat. ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri sendiri.

Maka, bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Terlebih dari itu semua, kita harus jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan, dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Senin, 30 November 2009

Sedikit Demi Sedikit Lama -Lama Menjadi Bukit

pepatah ini sederhana saja, "sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit." kita biasa memaknainya, bahwa bila kita mengumpulkan se-sen demi se-sen, pada saaatnya kita akan dapatkan sepundi. Namun sesungguhnya pepatah ini tak sekedar berbicara tentang hidup hemat, atau ketekunan menabung.

pepatah ini menyiratkan tentang sesuatu yang lebih berharga dari sekedar sekantung keping uang, yaitu : bila kita mampu mengumpulkan kebaikan dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, kita akan dapati kebesaran dalam jiwa kita.

bagaimanakah tindakan tindakan kecil itu mencerminkan kebesaran jiwa sang pemiliknya? yaitu, bila disertai dengan secercah kasih sayang di dalamnya. ucapan terima kasih, sesungging senyum, sapaan ramah, atau pelikan bersahabat, adalah tindakan yang mungkin sepele saja. namun dalam liputan kasih sayang, ia jauh lebih tinggi daripada bukit tabungan anda.

Selasa, 13 Oktober 2009

Salat Shubuh penentu hari

sebelumnya saya ingin menyampaikan bahwa saya bukan bermaksud untuk menkhususkan salat shubuh, hanya saja ingin menceritakan salah satu manfaat yang saya rasakan selama ini..
ada yang bilang klo solat shubuh dan isya merupakan solat yang dapat mengetahui apakah seseorang dikatakan munafik atau tidak, karena memang sulit dilakukan.. banyak sekali tantangan yang dihadapi, apalagi untuk orang-orang yang susah bangun pagi (mungkin termasuk saya,, T_T)..
bagi saya solat shubuh sangat menetukan perjalanan hari pada hari tersebut, jika sholat shubuh saya tepat waktu, di mesjid ditambah lagi melakukan solat sunnah 2 rakaat sebelum shubuh... wah,, hari itu pasti saya mendapatkan banyak sekali energi positif. tidak hanya itu, saya pernah mendapatkan rezeki yang sangat besar nilainya untuk saya, karena pada hari itu saya sholat shubuh di masjid, melakukan solat sunnah 2 rakaat sebelumnya, dan mengaji setelahnya... dan Alhamdulillah hari-hari saya dipenuhi dengan "keberuntungan"... dan saya merasa semakin yakin bahwa di setiap penghambaan kita (baca : solat), Allah pasti akan memberikan ganjaran yang pantas untuk kita baik di dunia dan di akhirat...

namun, berbeda halnya jika kita telat solat shubuh,,, apalagi sampai tidak sholat (naudzubillah)... memang kadang-kadang iman manusia naik dan turun, dan itulah yang terjadi.. ketika sedang turun maka untuk bangun solat pun sangat sulit sekali... malah terkadang menunda-nunda dan akhirnya terlewatkan.. saya pernah mendapatkan pengalaman, ketika solat shubuh kesiangan karena telat bangun.. pada hari itu jadwal yang telah saya susun rusak semua.. tidak ada yang sesuai dengan apa yang telah saya rencanakan, dan terkadang pada hari itu saya banyak ditimpa masalah.. hufff..... oleh karena itu saya selalu berusaha untuk solat shubuh, dan jangan sampai tidak solat, karena saya khawatir akan ada banyak musibah yang memanti saya pada hari itu, dan apa bila tidak datang sekarang (baca : di dunia) maka mungkin Allah akan menagguhkannya, dan di balas pada hari kemudian (baca : akhirat).. Naudzubillah..

so.. solat subuh tepat waktu ya... =) <-- memotivasi diri sendiri nih..

Senin, 12 Oktober 2009

Kenapa memulai itu sulit?

entah kenapa, banyak sekali orang yang sangat sulit untuk memulai sesuatu (terutama hal-hal yang positif), termasuk saya. kita terlalu banyak pertimbangan dalam melakukan hal-hal tersebut merasa kurang PD lah, kurang persiapan, kurang ini dan itu yang pada akhirnya kita tidak jadi melakukannya.
misalnya saja, ketika kita berusaha untuk memulai suatu usaha/bisnis, kita sering kali berpikir panjang, bahkan sangat panjang, atau mungkin terlalu panjang.. kita tidak objektif memandang diri kita sendiri, terlalu fokus pada ketidaksiapan, keraguan untuk memulai, malu/kurang PD, terlalu lama memikirkan bagaimana cara manajemen yang terbaik, dan itu membuat kita banyak membuang waktu, dan ketika kita merasa sudah telat... lalu apa yang terjadi... akhirnya kita membatalkan semua ide brilian kita.... lucu bukan?... padahal kesemuanya itu akan terjawab ketika kita telah memulai bisnis tersebut...

jika kita lihat dari sisi lain, yaitu ketika kita melakukan hal-hal negatif, apa yang terjadi?... tanpa pikir panjang, kita biasanya langsung melakukannya.. dan sering kali kita "merasa" sangat mudah untuk melakukan hal tersebut...

lalu bagaimana agar kita tidak selalu terjebak dengan masalah-masalah seperti ini?...
pernah saya bertanya hal ini kepada beberapa orang yang menurut saya telah sukses dalam menjalani hidupnya,,, dan apa yang mereka katakan??.... mudah saja menurut mereka.. "LAKUKANLAH SEKARANG JUGA".. itu saja jawaban yang saya terirma.. tapi ternyata banyak sekali makna yang saya dapat dari kalimat tersebut.. mungkin kita sangat mudah melakukan perbuatan yang negatif karena kita tidak berpikir panjang dan "MELAKUKANNYA SEKARANG JUGA".. sedangkan dalam melakukan perbuatan yang positif, yah seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya... amat sangat banyak sekali PERTIMBANGAN dan cenderung menunda-nunda....
semoga saja Allah selalu memberi kita keberanian untuk memulai hal-hal yang positif.. Amin

Selasa, 09 Juni 2009

keberanian untuk memulai

memulai sesuatu terkadang menjadi sebuah hal yang sangat berat untuk kita lakukan... entah kenapa hati begitu bersemangat untuk bergerak, namun terkadang raga sulit untuk diajak bernegosiasi untuk mau mengikuti kata hati... lantas apa yang sebaiknya kita lakukan?
DOBRAKLAH!... DOBRAKLAH dengan segala kemampuan yang kita miliki, jangan menunggu... LAKUKANLAH.. LAKUKANLAH sekarang juga.. sebab nafas tak pernah tahu kapan ia akan berhenti berhembus.. dan jantung tak pernah mengerti kapan saatnya ia akan mulai berhenti untuk berdetak..

maka dengan ucapan BISMILLAH,,, akhirnya saya coba untuk memulai tulisan di blog ini... ^_^

Blog ini cuma berisi ungkapan hati... ungkapan perasaan yang biasa disimpan.. ungkapan pemikiran yang tak tersealurkan,, entah diamana harus saya curahkan.. mudah-mudahan di blog ini akan tertuang semua hal-hal yang selama ini hanya dapat dipendam....