Kamis, 15 Oktober 2009

Sembahyang Rumputan - Ahmadun Yosi Herfanda

Sembahyang Rumputan



walau kaubungkam suara azan

walau kaugusur rumah-rumah tuhan

aku rumputan

takkan berhenti sembahyang

:inna shalaati wa nusuki

wa mahyaaya wa mamaati

lillahi rabbil ‘alamin



topan menyapu luas padang

tubuhku bergoyang-goyang

tapi tetap teguh dalam sembahyang

akarku yang mengurat di bumi

tak berhenti mengucap shalawat nabi



sembahyangku sembahyang rumputan

sembahyang penyerahan jiwa dan badan

yang rindu berbaring di pangkuan tuhan

sembahyangku sembahyang rumputan

sembahyang penyerahan habis-habisan



walau kautebang aku

akan tumbuh sebagai rumput baru

walau kaubakar daun-daunku

akan bersemi melebihi dulu



aku rumputan

kekasih tuhan

di kota-kota disingkirkan

alam memeliharaku subur di hutan



aku rumputan

tak pernah lupa sembahyang

:sesungguhnya shalatku dan ibadahku

hidupku dan matiku hanyalah

bagi allah tuhan sekalian alam



pada kambing dan kerbau

daun-daun hijau kupersembahkan

pada tanah akar kupertahankan

agar tak kehilangan asal keberadaan

di bumi terendah aku berada

tapi zikirku menggema

menggetarkan jagat raya

: la ilaaha illalah

muhammadar rasululah



aku rumputan

kekasih tuhan

seluruh gerakku

adalah sembahyang

1 komentar:

Anonim mengatakan...

yang dimaksud rumputan di puisi sembahyang rumputan itu siapa sih?
terus kenapa rumputan selalu sembahyang?
apa bedanya sembahyang rumputan sama sembahyang manusia?
kenapa rumputan selalu disingkirkan dari kota-kota?
kenapa rumputan tak pernah mati meskipun ditebang dan dibakar daunnya?
apa buktinya jika seluruh gerak rumputan adalah sembahyang?

tolong di jawab ya :)

Posting Komentar